Hidup ini indah
apabila dijalani dengan seksama. Perspektif dan paradigma setiap insan selalu
berbeda. Setiap orang menjalani hidupnya dengan cara mereka masing-masing, ada
yang suka berfoya-foya untuk merasakan nikmatnya hidup, ada juga yang bahagia
menjadi orang miskin, dan ada juga orang yang bahagia menjadi orang kaya.
Kita tidak tahu
sampai kapan kita akan hidup di dunia ini, apakah 1 detik lagi, 1 menit lagi, 1
jam lagi, atau pun 1 tahun lagi. Hidup tidak dapat ditebak. Hidup adalah
pilihan dan harus tetap dijalani. Masa depan tidak dapat kita tebak dan kita
ramal, cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan mengerjakan
segala sesuatu semampu yang kita bisa, "There is no man living that can't
do more than he thinks can."
Sekalipun kita
hidup dengan masa depan yang sudah terlihat cerah, janganlah sekali-sekali
bersifat arogan. Jalanilah hidup ini dengan rendah hati dan sederhana. Tidak
sulit untuk menciptakan sikap rendah hati dan sederhana. Orang yang rendah hati
cenderung menjadi pribadi yang dapat menerima orang lain, dan tidak suka
memamerkan apa yang sudah ia raih dan miliki. Tidak perlu takut jika orang lain
tidak tahu apa yang kita miliki atau seberapa tinggi kemampuan yang kita punya.
Orang lain dapat menilai kualitas diri kita melalui sikap, tutur kata, dan
perilaku kita sehari-hari. Dengan bersikap rendah hati kita sudah menempatkan
diri kita di posisi yang nyaman, tenang, dan tentram.
Walaupun kita
berada di posisi yang tidak membuat kita nyaman, bukan berarti kita harus
selalu memandang ke atas. Kita patut dan wajib untuk belajar dari orang- orang
yang berada di atas dalam rangka untuk mengubah hidup kita menjadi lebih baik,
akan tetapi jangan pernah lupakan orang yang berada di bawah kita, orang yang
jauh lebih sengsara dan menderita. Kebesaran dan keberhasilan seseorang tidak
akan terlihat ketika ia memberikan perintah dan amanat, akan tetapi segalanya
akan terlihat apabila ia berdiri sama tinggi diantara orang lain untuk
mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka dalam rangka untuk mencapai
kesuksesan.
Kehidupan kita ini
layaknya panggung sandiwara yang tak kunjung usai. Maka, janganlah
sekali-sekali untuk melakukan perbuatan perbuatan yang tidak baik dan konyol.
Tidak ada satu orang pun yang peduli pada kita sebelum kita peduli pada mereka.
Kesuksesan dalam hidup berhubungan dengan apa yang kita lakukan pada sesama.
Dalam mencapai kesuksesan itu bukan hanya diperlukan perbuatan yang baik, akan
tetapi tekad dan kerja keras juga harus diutamakan.
Saya pernah membaca sebuah Ada sebuah cerita
tentang tukang kayu yang amat berbakat dan giat bekerja, ia tinggal di
rumah kayu yang tua. Si tukang kayu bekerja pada seorang tuan yang kaya. Suatu
hari ia memiliki inisiatif untuk pensiun dari profesinya. Akan tetapi sang tuan
sangat berat untuk melepasnya, dan sang tuan pun meminta si tukang kayu ini
untuk mengerjakan tugas untuk terakhir kalinya. Ia diminta untuk membuat sebuah
rumah, seberapa besar pun dana yang dibutuhkan akan diberikan oleh sang tuan.
Karena si tukang kayu ini sudah malas bekerja, maka ia mengerjakan rumah itu
dengan separuh hati. Alhasil, rumah yang dijadikan tidak kokoh, jelek, dan
tidak berbentuk. Saat rumah yang selesai dibuat, terkejutlah sang tuan.
Ternyata, rumah yang dibuat oleh si tukang kayu itu dihadiahkan padanya dari
sang tuan. Ia pun menyesal karena sudah mengerjakan tugasnya dengan tidak sungguh-sungguh.
Dari cerita ini kita dapat mendapat pelajaran, salah satunya yaitu, bekerjalah
dengan sepenuh hati dan dengan tulus, maka hasil yang akan didapat adalah hasil
yang membanggakan dan memuaskan.
Semoga artikel ini
bermanfaat bagi Anda :D
God Bless !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar